Wasiat Pendiri dan Ibu Rohani

PROFIL SINGKAT : Ibu Marie Louise HartzerI

Ibu Marie Louise Hartzer
Ibu Rohani Kongergasi PBHK

Marie Louise Hartzer adalah seorang gadis yang lahir di Wissembourg (Sebuah kota di Alsace yang indah) tanggal 27 Agustus 1837, sebagai putri pertama pasangan Antoinet Metsman dan Elisabeth Derendinger.

            Marie Louise Hartzer memasuki kehidupan Religius bukan tanpa bekal. Sewaktu masih di dunia ramai, ia telah menjalani kehidupan yang sangat saleh. Ketika ia merasa terlepas dari berbagai ikatan, ia mau melangkah lebih maju. Dalam pengertiannya kehidupan religius adalah suatu cara merealisasikan kesempurnaan kaul-kaul religius.

            Selama bertahun-tahun hatinya telah dipenuhi oleh cita-cita ini. Ia merasa yakin bahwa Tuhan memanggilnya ke cara hidup tersebut, yaitu sebgai seorang Putri Bunda hati Kudus. Maka dalam perjalanan selanjutnya, Tuhan menghendakinya sebgai ibu Rohani tarekat yang dipersembahkan bagi Hati Kudus ini.

Catatan :

Dikutip dari buku Rancangan Hatinya hal. 157

SURAT – SURAT WASIAT IBU MARIE LOUISE HARTZER

NO.1

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Issouden, 4 Februari 1897

Puteri-puteriku yang terkasih, karena saya tidak dapat mengunjungi anda satu persatu dalam situasi anda, maka surat ini sebagai pengganti kekurangan itu. Surat ini dapat anda teruskan dari tangan ke tangan, dan anggablah seolah-olah surat ini ditujukan kepada anda pribadi. Pertama-tama saya mengharap, semoga anda semua dalam keadaan sehat benar-benar. Tetapi lebih menarik perhatian saya adalah kesehatan rohani anda, kesehatan jiwa anda. Seolah – olah tidak ada henti – hentinya saya menganjurkan hal ini sebagai dasar atau pondamen bagi kesempurnaan. Anda pasti mengerti, itulah kerendahan hati. Memang berkali-kali akan saya ulangi : hendaknya rendah hati secara jujur, yaitu kerendahan hati yang dianjurkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

            Kerendahan hati : dengan semangat ini maka para pembesar akan menyampaikan kehendaknya. Terutama mereka akan berusaha mempergunakan bentuk permintaan dalam menyampaikan suatu perintah. Sebagai contoh, kita akan mengambil teladan Tuhan Yesus yang lembut dan ramah terhadap para Rasul-Nya,  atau teladan dari Santo Yusuf di rumah kecil di Nasaret.

            Memang kewenangannya untuk memberi perintah. Tetapi hendaknya dipertimbangkan dengan cara manakah ia akan melakukannya. Alangkah indahnya hal tersebut dipakai sebagai bahan untuk meditasi. Benar – benar kerendah hati anda semua akan menjadi sempurna dalam ketaatan, apabila di dalam diri pembesar, anda mampu memandang sebagai wakil Yesus Kristus sendiri. Maka anda akan menaruh hormat terhadap pembesar. Sehingga sedapat mungkin akan menghindari dari segala kritik dan celaan mengenai gerak-gerik pembesar. Niscaya segalanya akan menjadi baik.

            Dan sebaliknya kerendahan hati itu akan membangkitkan dalam hati anda cinta kasih akan Allah pada tempat yang utama. Karena Allah suka akan orang yang rendah hati, juga terhadap sesamanya. Bila anda rendah hati, maka anda akan sabar menderita kekurangan yang anda jumpai di antara sesama. (Tidak seorang juapun sempurna di Dunia ini. Jika orang lain menerima aku, akupun harus menerima orang lain, aku harus bermurah hati terhadap sesama, bila aku ingin bahwa orang lain bermurah hati terhadapku)

            Ini semua akan “diajarkan” oleh kerendahan hati kepada anda, maka anda akan memiliki damai dan cinta kasih satu terhadap yang lain. Ucapkan sewaktu-waktu doa pendek : Tuhan berilah kepadaku Rahmat cinta kasih satu terhadap yang lain ; Maria Bunda sang Pengasih, buatlah aku penuh cinta, seperti Engkau sendiri ; Yesus yang lembut dan rendah hati, buatlah hatiku seperti hati-Mu ; Bunda Hati Kudus, yang termurni dan pantas dikasihi di antara manusia, doakanlah kami.

            Bacalah berulang-ulang dari Konstitusi anda yaitu pada pasal yang menganjurkan cinta sesama. Silakan mempraktekkan anjuran tersebut, niscaya anda akan merupakan satu hati, tanpa menghiraukan perbedaan watak ataupun bangsa dalam hati Sang Kristus. Para puteriku, niscayalah di dunia ini anda akan dapat memiliki suatu kepuasan yang besar. Dengan sungguh anda akan dapat mengatakan : Alangkah baik dan indahnya hidup bersama sebagai saudara.

            Sebelum saya mengakhiri surat ini, saya ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting ialah : hendaknya semua saja dan anda masing-masing sangat berhati-hati dalam pergaulan dengan lawan jenis. Tidak pilih – pilih siapapun. Hindarilah semua hubungan yang tidak perlu. Janganlah mengadakan hubungan dengan mereka bila tidak dibutuhkan. Di luar itu, hindarilah semua hubungan macam manapun. Dalam hal ini lebih baiklah berhati-hati daripada terlambat. Dengan kata lain : jadilah seorang religius yang baik. Dalam segalanya ingatlah selalu bahwa anda merupakan milik Tuhan semata-mata. Bahwa anda telah mempersembahkan seluruh pribadi kepada-Nya, dan kehidupan anda itu hanya diperuntukkan bagi Dia saja.

            Tabahkan hatimu. Mohonlah kepada Bunda Hati Kudus, Santo Yosef dan Malaikat Pelindungmu, agar mereka membantu anda. Praktekkanlah nasihat-nasihat pendek ini maka kebahagiaanmu akan terjamin. Hati Kudus pasti akan memberkati anda.

TTD

Sr. Marie Louise

PESAN :

            Bila anda menderita dan tak dapat berdoa, doakanlah doa singkat di bawah ini untuk jiwa-jiwa di api penyucian : Hati Yesus yang berbelas kasih, berilah mereka istirahat kekal. Dengan demikian tanpa melelahkan diri anda, anda telah berbuat sesuatu yang besar bagi para jiwa di api penyucian, yang tidak akan mereka lupakan. Karena itu merekapun tidak akan melupakan anda.   

NO. 2

Rahmat jabatan

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issouden, 07 Juli 1897

            Anak-anakku terkasih, berhubung saya tidak memiliki waktu untuk melayangkan sepatah katapun, tidak juga secarik surat untuk ditujukan kepada anda pribadi, maka sebagai penggantinya saya tuliskan surat umum ini. Hendaknya ini akan berguna juga, bahkan lebih dari itu.

            Dalam keputusan yang telah diambil mengenai perpindahan para Overste, hendaklah anda yakin akan kehendak Tuhan dalam hal ini. Maka diharapkan anda akan mudah dan rela menerima Overste baru. Hendaknya tidak timbul persoalan di antara anda. Baik Suster A maupun B yang diangkat menjadi atasan bagi anda. Sejak detik pengangkatannya menjadi Overste, maka dialah juga mendapat Rahmat jabatannya untuk memimpin. Lagipula Hati Kudus Yesus akan membantunya secara istimewa.

            Hendaklah anda sekalian cukup membaktikan diri kepada Overste yang baru dengan penuh hormat. Tuhanlah saja yang harus kita pandang padanya sebagaimana pada semuanya yang berwibawa bagi anda. Dengan pandangan inilah maka ketaatan itu akan dirasa ringan, jika didasari oleh Iman.

            Selanjutnya hendaknya anda penuh perhatian terhadap Overste pendahulu anda. Kita wajib bersikap demikian terhadapnya, berhubung ia telah mengabdikan dirinya kepada Missi dan demi kesejahteraan Missi pula.  Terlebih atas kebaikan yang ia buat bagi anda secara pribadi. Hendaknya kita selalu menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang benar dan berakar pada kerendahan hati, ketaatan dan sikap berserah dengan sungguh-sungguh. Dari dalam Tabernakel, Yesus akan memandang dengan senyum manisnya atas segala perjuangan kita. Maka di dunia inipun Ia akan mengganti usaha anda dengan damai dan kegembiraan melimpah dalam hati sambil dinanti-Nya saat untuk menganugerahkan kepada anda balasannya yang melimpah dari Surga.

            Selamat jalan anak-anakku terkasih. Semoga Hati Kudus Yesus berkenan memberkati anda sebagaimana aku berharap bagi anda.

TTD

Sr. Marie Louize

NO. 3

Menjaga Kesatuan

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Isouden, 22 Agustus 1897

Hari Raya Maria Tak Bernoda

Anak-anakku yang terkasih, saya yakin bahwa anda merasa senang untuk mengharapkan para Suster baru, untuk datang ambil bagian dalam karya Nieuw-Guenee yang kecil itu sehingga berkembang.

Maka sebaiknya pula bahwa kesatuan diantara andapun harus meningkat dan menjadi semakin kokoh. Hal ini merupakan keprihatinanku yang kini harus aku katakan kepada anda.

Pada kesempatan-kesempatan lain telah saya dengar, bahwa ada di antara anda yang berseteru dengan Mueder Ligorie. Umpamanya : yang seharusnya memberikan bantuan kepadanya dan hiburan, oleh beberapa Suster diberikan kritik atas karya dan wibawanya. Sampai ada beberapa Suster demikian berani menyatakan dirinya, bahwa mereka saya tugaskan untuk melaporkan segalanya kepadaku mengenai perbuatan Moeder Ligorie.

Hal semacam itulah tidak pernah terjadi dan belum pernah juga saya pikirkan. Kepada para Suster yang lain,  terutama yang sekarang akan berangkat, telah saya katakan, bahwa mereka boleh menulis surat tertutup kepadaku, untuk memberikan laporan mengenai pekerjaan masing-masing. Akan tetapi saya tidak pernah memberikan tugas kepada siapapun untuk mengintai kewibawaan dan kelakuan para pembesar.

Maka bagi mereka yang merasa diri ditugaskan dalam ini adalah perbuatan yang salah besar. Saya selalu menghargai dan menganjurkan untuk menaruh hormat atas kewibawaan dan rasa bergantung pada pembesar. Maka terjadilah suatu kesalahan besar pada mereka yang tidak mengakui petunjuk tersebut dan menjauhkan diri dari Overste ; yang mereka lakukan adalah karya setan dengan menaburkan perpecahan dan pemisahan kelompok, antara para Suster yang seharusnya menghayati karya Allah yang merupakan tujuan kehadiran mereka di tempat tersebut. Silakan mereka itu membuat refleksi atas kelakuan masing-masing. Maka pasti akan didapatkan oleh mereka, bahwa dengan merefleksikan sifatnya itu, maka akan ditemukan dasarnya ialah kesombongan, dengki dan gila hormat.

Hendaknya berwaspadalah dan perjuangkan untk  melawan segala kecenderungan tersebut. Karena jika hal tersebut tidak dilaksanakan oleh mereka, maka akan dikhawatirkan sekali atas nasib mereka. Kejahatan itu harus dibongkar sama sekali sebelum akarnya bercokol dalam. Mulailah saja dengan wirawan dalam karya, sehingga anda kalian menjadi Puteri Bunda Hati Kudus yang suci. Sayapun akan memohon kepada Beliau untuk memberkati anda kalian.

TTD

Sr. Marie Louize

NO. 4

Musnahkan kelihaian mengadu

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Issoudun, 12 Maret 1898

            Anak-anakku terkasih, Tuhan mencobai anda. Pada hari-hari terakhir Tuhan mencobai anda dengan macam-macam penyakit. Namun menurut surat anda yang terakhirpun nampak bahwa anda telah sembuh kembali. Akan tetapi bukankah kiranya penyakit – penyakit itu acap kali merupakan suatu isyarat dari Tuhan yang maha baik untuk berwaspada agar anda selalu berjaga untuk menghadap ke hadirat Allah. Untuk memberikan pertanggung jawaban kepada Allah mengenai seluruh hidup anda. Maka sedemikian rupa hingga pada setiap hari seakan-akan merupakan hari yang terakhir. Pastilah anda akan hidup sabagai Puteri Bunda Hati Kudus yang sejati dan bagaikan mempelai setia kepada Kristus. Tahukah anda kiranya apa yang dapat menenteramkan hati pada detik – detik terakhir di dunia ini?          

            Baiklah kiranya agar anda sekalian, besar maupun kecil : hanyalah demi berkenan kepada Tuhan sajalah yang anda perjuangkan. Maka atas kesalahan-kesalahan semua Suster bersama dan masing-masing, hendaklah anda memejamkan mata agar dapat memusatkan perhatian atas kesalahan diri sendiri.

            Tuhanlah akan mengampuni anda sebagaimana anda telah mengampuni sesama anda. Jika anda telah memaafkan kekurangan sesama dan berbaik hati sungguh-sungguh kepada sesama, penuh perhatian atas mereka, maka Tuhan-pun akan memaafkan dan akan menerima-Nya penuh cinta kasih pada detik kematian anda akan tiba.

            Akan tetapi, jika anda berkeras hati terhadap beberapa Suster dan beranggapan diri sendiri lebih baik dari sesama dan menganggab sepi dan rendah terhadap mereka, serta bertindak tanpa cinta, tanpa berbelas kasih, Tuhanpun akan bertindak tegas terhadap anda, tanpa melewatkan satu kekuranganpun yang telah anda lakukan.

            Dalam hal inilah semua bergantung pada anda. Hendaklah selalu waspada demi mencegah kesalahan atau noda terhadap keutamaan cinta kasih yang merupakan kesayangan Hati Kudus Yesus. “Cintailah sesamamu sabagaimana Aku telah mencintai kamu” Perhatikanlah dengan sungguh kata-kata tersebut dan bertanyalah pada dirimu sendiri apakah hal tersebut telah anda hayati dan amalkan dengan kesungguhan hati? Jika jawaban yang anda temukan benar-benar menenteramkan hati, maka pantaslah anda bersenang hati. Jaminan Surgawi bisa dipastikan. Sehingga andapun bisa menghargai Sang Maha Guru Illahi. Andapun akan merasa bahagia beserta orang –orang di sekitar anda. Namun jika yang ditemukan berbalikan dengan hal itu, maka kehidupan itu akan terasa bagai Neraka bagi anda dan bagi sesama anda juga.

            Untuk mengarah ke kesatuan inilah, hendaknya anda dengan cermat memusnahkan segala macam kelihaian mengadu. Berusahalah membahagiakan diri demi kebahagiaan sesama Suster, bagaikan kebahagiaan milik anda sendiri. Sebagai wujud ikut serta dan melibatkan diri dalam penderitaan-Nya.

Pendek kata, hiduplah sebagai Suster sejati, meskipun ada perbedaan Negara, bahasa ataupun watak. Bukankah kita semua merupakan Putri Bunda Hati Kudus? Bukankah bagi kita semua Surga merupakan Tanah Air kita yang sejati? Apakah kiranya masih perlu membedakan antara Perancis, Belgia, Nederland, Jerman dll? Setiap orang pasti memiliki cinta pada Negara dalam lubuk hatinya yang berakar mendalam bagi tanah air masing-masing. Namun kita harus waspada dalam membicarakannya di tempat umum. Karena kita masing-masing mencintai negara dan menganggabnya lebih dari yang lain. Jika tidak demikian halnya, maka pasti akan menimbulkan teguran dan kasak-kusuk kecil yang menyinggung hati. Perbantahan  kata akan berakhir dengan pelanggaran cinta kasih yang mendalam. Maka handaknya hal tersebut kita hindari, agar kelak dapat terbentuk satu keluarga dan satu hati dalam Hati Kudus Yesus.

            Masih banyak hal yang bisa menjadi sumber kesalahan yang merupakan pelanggaran cinta kasih. Yaitu ketika kita mengabaikan peraturan silensium. Memanglah hal tersebut tidak dapat dihindarkan ketika kita di luar rumah induk. Yaitu bagi kita yang sebagian besar waktu harus berbicara dengan anak didik. Namun janganlah kiranya kita melanggar silensium itu tanpa guna di antara kita. Apabila anda tidak pernah tertib dalam hal ini, maka sering akan dialami bahwa jika ada penderitaan terhadap seseorang, maka akan ada seseorang yang pergi dan membicarakan penderitaan itu kepada orang lain. Sehingga terjadilah suatu percakapan yang ditambah ini dan itu lalu berakhir dengan suatu kritik terhadap atasan. Maka apa yang akan terjadi kemudian? Pastilah anda semua bisa menebaknya sendiri.

            Namun jika silensium sedemikian dipelihara sehingga lidahpun tertahan juga, maka penderitaan-penderitaan masih sempat untuk diredakan. Serta cinta kasihpun tidak akan dilanggar. Maka Overste tidak lagi menjadi sasaran kritik. Bahkan lebih dari pada itu, siapakah dapat menyadari betapa banyak Rahmat terhamburkan karena mengikuti dan memuaskan dorongan nafsu kodrati dari pada mengharapkan Rahmat yang berbicara dalam hati kita dan yang mampu mengaruniakan perdamaian dalam hati kita.

            Oleh karena itu bersetialah pada peraturan anda. Hendaknya rendah hati, penuh cinta kasih dan saling menaruh perhatian ; bertaatlah dengan sempurna. Pandanglah Tuhan dalam diri Overste anda. Maka Hati Kudus akan memberkati kehendak baik anda. Dan selanjutnya akan membantu anda menjadi suci untuk menyucikan orang lain juga. Janganlah hal ini dilupakan, bahwa anda mampu berbuat baik hanyalah sejauh anda memiliki semangat Tuhan kita. Asalkan anda dapat berkata dengan sungguh : Kehidupanku tidak akan melebihi kemampuanku. Namun Kristuslah hidup.Jika anda tidak memiliki semangat tersebut maka janganlah mencari-cari alasan, jika tidak tercapai sukses.

Saya anjurkan lagi pada anda agar berbakti pula kepada para Malaikat pelindung, Santo Yusuf dan para jiwa di api penyucian. Pada merekalah anda secara istimewa menemukan perlindungan yang akan membantu anda di jalan menuju kesempurnaan.

            Selamat jalan anak-anakku terkasih. Semoga Hati Kudus Yesus berkenan menyerahkan berkat-Nya yang istimewa. (TTD Sr. Marie Louize)

NO. 5

Hidup penuh cinta

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issoudun, 01 Februari 1899

Anak-anakku terkasih, berhubung saya berhasrat untuk menghubungi anda dalam kebahagiaan yang sempurna, sekurang-kurangnya hal tersebut tercapai di dunia ini. Maka perlulah kiranya suatu saat saya sampaikan juga beberapa petunjuk sederhana. Jika hal ini diperhatikan, anda pasti dapat menerimanya sebagai masukan demi kebahagiaan anda.

            Sejak kedatangan anda di daerah Misi tercinta itulah, masing-masing di antara anda akan menyatakan kebenaran atas pesan saya sebelum keberangkatan anda. Yaitu bahwa penderitaan badaniah, menurut nilainya, jauh kurang berarti jika dibandingkan dengan penderitaan moral.

Untuk lebih memperjelas kata-kata ini, maka saya tegaskan bahwa penderitaan badaniah dan kurban tidaklah seberapa jika dibanding dengan penderitaan yang disebabkan oleh perbedaan watak. Teriknya matahari dan adanya penyakit akan menambah beratnya kesulitan.

            Akan tetapi puteri-puteriku yang terkasih, hanya anda sendirilah yang akan dapat meringankan beratnya tekanan salib tersebut. Masing-masing hendaknya selalu bersedia untuk saling mengalah, serta memandang dirinya sekecil mungkin dalam mengharapkan penghargaan.

Masing-masing juga hendaknya menciptakan suasana batin sedemikian hingga tetap menganggab diri yang kecil dan hina. Janganlah memikirkan bahwa diri lebih dari pada orang lain. Sebaliknya bahwa apa yang ada dalam diri orang lain itulah yang baik.  Usahakanlah selalu bersikap penuh cinta seorang terhadap yang lain. Kalian memanglah para Suster pada Tuhan Yesus. Maka layaklah untuk hidup benar sesuai dengan artinya.

            Jika selalu demikian, betapa indah dan bahagia kehidupan misi itu terjadi. Maka hendaknya, kesatuan selalu diperjuangkan diantara kalian. Terutama di antara anak didikmu dan waspadalah. Jangan sampai yang seorang mengijinkan sesuatu, sedangkan hal tersebut telah dilarang oleh yang lain. Dalam hal perbedaan ini, anak didik akan peka melihatnya. Sikap yang saling bertentangan itulah yang akan mengikis kewibawaan yang seharusnya selalu diciptakan di antara anak didik itu. Maka justru demi alasan terakhirlah maka anda sekalian perlu selalu memperjuangkan kesatuan.

Jagalah dengan seksama anak-anak di waktu mereka tidur, selama mereka berjalan-jalan dan dimana pun. Pada prinsipnya, di sanalah letak tugas dan kewajiban anda. Dengan sendirinya anda diharapkan tidak berbuat yang menyimpang ketika menjalankan tugas di tangah anak-anak. Tidaklah menjadi penghamburan waktu percuma ketika anda menjalankan tugas, bagaikan “Malaikat pelindung” bagi anak-anak di antara dunia / masyarakat kecil ini. Sadarlah kiranya bahwa Hati Kudus akan meminta pertanggungjawaban atas anak-anak tersebut. Allahpun akan bersabda kepada anda seperti juga ketika Ia bersabda kepada Kain : “Apakah kiranya yang telah kau lakukan terhadap adikmu Abil?” Lalu seandainya telah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bahwa seorang di antara anak-anak itu membuat kesalahan yang seharusnya bisa dicegah oleh kewaspadaan anda, maka jawaban manakah yang akan kita sampaikan kepada Allah?

Handaklah selalu waspada dan amat berhati-hati atas sikap dan perbuatan anda di antara anak-anak. Maka, betapa banyak pahala yang akan anda terima. Terlebih lagi betapa besar yang akan anda terima dari usaha anda ini, demi hari depan dan demi kehidupan kekal. Yaitu apabila anda dengan sempurna memenuhi tugas yang memang tidaklah mudah untuk dilaksanakan ini.

            Maka kini saya ingin menyampaikan harapan saya kepada anda. Semoga anda dianugerahi kesehatan yang baik dan kesalehan sejati. Mengenai hal yang terakhir inilah, semoga Bunda Hati Kudus, Santo Yusuf dan Malaikat pelindung anda yang baik, akan membantu anda dalam memperjuangkannya. Selamat jalan anak-anakku yang terkasih.

Yang mengasihi anda dalam Hati Kudus

TTD

Sr. Marie Louize

NO. 6

Memandang Tuhan dalam diri Overste

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana

Issoudun, 6 Mei 1903

            Anak-anakku yang terkasih, apabila anda tidak menerima balasan atas surat-surat pribadi yang akhir-akhir ini telah saya terima, saya harap anda tidaklah kecewa. Sebab sebagian besar dari waktu saya sangatlah sangat dibutuhkan untuk memperhatikan banyak orang, karya serta segala urusannya. Kecuali itu beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada anda ada kaitannya bagi hal-hal yang umum. Jadi masing-masing anda tetap akan memetik maknanya.

Pertama-tama, jika terjadi perpindahan secara tiba-tiba di dalam komunitas di Sidney, hendaknya anda tidaklah heran. Dalam kehidupan berkomunitas hal tersebut adalah wajar. Hendaknya kita semua bersiap sedia menerima segala perpindahan yang dibutuhkan oleh pimpinan. Hati Kudus Yesus akan menganugerahkan Rahmat penerangan istimewa kepada kita. Dari lain sisi bagi para anggota yang tidak menerima rahmat penerangan tersebut, hendaknya menahan diri & tidak berprasangka / tidak melancarkan tuduhan mengenai segala perbuatan dan sikap pembesar. Hendaknya sebagai seorang Religius yang baik, kita tidak perlu mempermasalahkan untuk tinggal di suatau komunitas manapun juga. Bersikaplah baik dalam menerima apapun  dari Overste. Hanya demi kehendak Sang Guru Illahi yang dipandangnya pada segala sesuatu. Hendaknya memandang diri Tuhan pada diri seorang Overste siapapun dia. Maka dengan demikian, betapa tinggi taraf ketaatan itu. Betapa sungguh sikap hormatnya. Betapa besar cinta kasih itu dihayati di dalam Komunitas. Dengan demikianpun, anda dipandang memiliki semangat yang baik. Saya berharap agar andapun dapat mempertahankan nama baik itu, dengan menunjukkan sikap hormat terhadap Overste baru yang berkehendak baik, demi kebaikan anda. Cintailah dia dan jangan sampai terpengaruh untuk menentangnya.

Anak-anakku terkasih, bersatulah erat-erat dengan Overste dan ringankan beban tugasnya. Jika demikian sikap anda, pastilah Bunda Surgawi, Bunda Hati Kudus akan memberkati anda. Maka yakinlah bahwa oleh karenanya anda menjadi berkat surgawi atas Kongergasi kita yang tercinta ini yang memang sangat membutuhkannya. Terutama di masa-masa sulit sebagaimana yang kami alami. Anda tidak mungkin dapat membayangkan betapa ganas pengejaran-pengejaran terjadi di Perancis sebagaimana penderitaan yang dialami oleh para Religius, baik wanita maupun pria. Namun bagi kami, Tuhan tetaplah maha baik di antara segala macam kesulitan. Hendaknya kita selalu bersyukur kepada-Nya dan hendaklah kitapun banyak berdoa dan memberikan pemulihan oleh cara kita. Yaitu dengan banyak kali menyambut komuni Kudus dan perwira dalam berkurban. Hendaknya sebanyak mungkin juga berbuat baik di lingkungan anda. Maka dengan demikian anda memberikan penghiburan kepada Hati Kudus Yesus dan Maria.       Aku memeluk anda sekalian terutama yang muda dia antara anda. Yang lain tidak akan menjadi iri bukan? Karena kanak-kanak selalu lebih mendapat perhatian.  (TTD Sr. Marie Louize)

NO. 7

Pengorbanan di tanah misi

NB: Surat-surat Ibu Marie Louise kepada Para Susternya di Daerah Misi. Surat ini tidak bertanggal. Kemungkinan ditujukuan kepada para Overste.

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Sampaikan dengan tegas kepada para Suster anda atas namaku bahwa mereka adalah Religius yang baik jika mereka sungguh-sungguh bertaat, sangat perwira dan amat rendah hati. Saya titik beratkan di sini, dan berharap pula bahwa andapun membina mereka ke arah ini. Ini sangat baik, dan jika mereka bertekun, pasti Tuhan Yang Maha Baik berkenan memberkati dan melindungi. Dialah yang mendampingi komunitas-komunitas kami di Belgia, demikian juga di Perancis dan terlebih Dia telah melindungi kita sampai saat ini. Itulah suatu bukti ke-Maha Rahiman-Nya. Masih banyak lagi yang lebih menderita dari pada kita. Bahkan ada beberapa Komunitas yang lenyap untuk selamanya disebabkan oleh kekacauan Revolusi.

            Pernah kami jumpai para Religius yang dise kularisir, yaitu para biarawan biarawati yang kembali ke dalam hidup pada masyarakat ramai. Jika Suster-suster dapat memandang air mata dan mendengar keluhan mereka, maka pastilah mereka akan bersikap lebih perwira dan berterimakasih pada Sang Guru Yang Maha Baik. Penderitaan moril dan fisik terjadi di seluruh Perancis. Betapa banyak panggilan yang “gagal”, betapa banyak jiwa yang tersesat. Betapa banyak Religius yang sangat memprihatinkan, karena tak seorangpun yang dapat memberikan perlindungan, yang tak tahu bagaimana menegakkan kehidupan. Betapa banyak orang yang saat ini tanpa rumah tinggal, tanpa makan minum. Kecuali bila ada dermawan yang dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Memang Allah kita yang maha baik menguji kita dengan penderitaan. Maka kitapun layak mengalaminya. Orang bijak berpandangan bahwa taufan yang melanda Perancis ini “sangat baik”. Yaitu supaya para religius yang “tidak baik” dapat dibedakan dari para religius yang “baik”. Namun memang disayangkan, bahwa bersama dengan gugurnya gandum yang jelek, gagal pula bulir gandum yang baik. Namun Tuhan kita yang Maha Baik mengenal mereka. Pasti mereka tidak akan diting galkan.

            Banyak biarawan/wati nampak lemah kehidupan- nya di dalam biara. Sehingga kita hendaknya menyadari mengapa kiranya Sang Guru yang maha baik memberikan shock tersebut. Hendaklah kita senantiasa berwaspada dan hidup sebagai religius yang sejati. Banyak  saya dengar dan saksikan sendiri bahwa banyak di antara suster-suster kita (juga mungkin di antara anda) yang terlalu banyak memperhatikan diri sendiri. Ingin agar yang lain selalu memperhatikannya. Mengenai kesehatan dan urusan lainnya, berbagilah beban dengan sederhana, tentang apa yang dibutuhkan. Namun hendaknya masing-masing tetap berusaha melupakan dirinya, tanpa menuntut agar orang lain memperhatikannya. Itu hanyalah kesombongan diri dan sifat akuisme. Cinta diri yang pasti amat memuakkan Hati Kudus Yesus dan bagi siapa saja.

            Baru-baru juga ditulis oleh seorang Uskup  dari Misi, bahwa sangat penting bagi para suster misi terbentuk dalam ketaatan yang membuta dan keperwi-raan yang mendalam. Dalam mengatasi segalanya, hendaknya jangan sampai ada suatu perlawanan atau sikap menentang ketaatan. Apabila seseorang berakar, tumbuh dan berkembang dalam pandangan sendiri, sehingga melebihi kehendak atasan, maka itu merupakan sutu cinta diri yang sangat besar. Terlebih akan mengakibatkan rasa suam terhadap kebaikan. Hendaknya mereka praktekkan juga apa yang tercantum dalam Konstitusi : Kami akan merasa bahagia, jika orang lain melebihi kami dalam hal ilmiah dan dalam matiraga. Akan tetapi janganlah relakan apabila orang lain mengatasi kami dalam bertaat dan dalam penghayatan cinta kasih.

            Namun ada diantara para suster yang salah dalam bertaat, bahkan menjalankan suatu matiraga yang salah. Umpamanya : tidak berbaju hangat, makan sedikit saja, bekerja jadi tanpa semangat dan lain sebagainya yang agak berlebihan dan menyelubungi cinta diri. Kepada Suster yang sedemikian itu saya anjurkan : Baik-bailah berpakaian lengkap, cukuplah makan, tidurlah baik-baik dan ubahlah pandanganmu. Persembahkan kehendak anda secara utuh. Maka itu akan berkenan kepada Hati Kudus secara lipat ganda. Bertaat lebih utama dari pada persembahan. Bagi seorang religius sejati, bertaat lebih diutamakan melebihi segala sesuatu. Ingatkah anda akan ceritera tentang seorang Raja dalam Perjanjian Lama, yang ditolak persembahannya oleh Tuhan? (meskipun persembahan itu terdiri dari barang-barang berharga) Karena persembahan itu sangat berlawanan dengan ketaatan. Semuanya akan musna dan tidak abadi. Juga jika anda bekerja mengikuti kehendak pribadi tanpa menyesuaikan diri dengan kehendak atasan anda, yang adalah wakil dari Tuhan, maka jelaslah kini bahwa oleh ketaatan, anda akan lebih yakin dalam memenuhi kehendak allah dari pada harus bertaat pada seorang Malaikat ataupun suatu Visium (penglihatan)

            Dengan melakukan Matiraga yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, dan tidak sesuai dengan ketaatan, maka akan mengakibatkan gagalnnya penghayatan panggilan yang benar. Itu merupakan jerat dari setan atau merupakan cinta diri. Ketatana dan kerendahan hati menuntut dari anda keadilan dalam melayani siapapun yang sedang sakit, tanpa mengistimewakan seorang dari yang lain.

            Jika seorang memiliki sedikit keperwiraan saja, maka siapaun akan diterimanya dengan kehendak yang baik. Meskipun ada pribadi yang  diupandang tidak menyenangkan. (Justru Pribadi itu memberikan kesempatan untuk menumbuhkan keutamaan dan Rahmat. Bukankah Tuhan bersemayam pada diri fakir miskin dan orang kaya. Juga pada pasien yang cengeng,  yang disebabkan oleh penyakitnya) maupun pada pasien yang mudah dan menarik hati. Hendaklah sebaliknya,  semakin meningkatnya penyakit badani dan gangguan moril, semakin meningkat pula kerelaan suster untuk mengusahakan kesembuhan. Atas kebaikan  Tuhan kita dan Bunda Hati Kudus, telah memilih kita untuk melaksanakan karya cinta kasih yang luhur ini. Maka jangan sampai kiranya kita melupakan satu hal yaitu : selain merawat tubuhnya, terlebih lagi adalah memperjuangkan keselamatan jiwanya. Jiwa yang telah dibayar oleh Tuhan kita dengan darah-Nya, oleh Hati-Nya bersama dengan Bunda-Nya dan segala yang dimiliki-Nya. Maka saya berharap anak-anakku terkasih, agar dengan nasihat baik ini, anda mempersiapkan hati dengan baik untuk menyambut hari Kelahirna Sang Juru Selamat. Karena setiap perbuatan kita yang sederhana sekalipun, akan dinyatakan oleh para Malaikat yang akan mendapatkan nilai abadi. Andai ada di antara kalian ada yang tidak mau memperbaiki diri, walaupun sudah banyak kekurangan yang dilihat oleh yang lain, maka janganlah kiranya ragu-ragu untuk mengirimnya kembali ke Issodun dan akan segera kukirim penggantinya. Maka dia diharap akan menemukan jalan yang benar atau dikembalikan ke negaranya.

Hal tersebut bukanlah merupakan kerugian. Kami tidak perlu merasa kekurangan panggilan karena tidak dapat menemukan pengganti orang yang kurang berkehendak baik dan taat itu. Suasana pengejaran tidak akan menghentikan Rahmat Tuhan. Kita memiliki sepuluh Postulan yang sedang menunggu panggilan untuk datang. Walau masa depan tampak gelap. Namun mereka memiliki hati yang perwira, dan memohon agar mereka diijinkan datang untuk mempersembahkan diri sebagai kurban kepada Tuhan.

Satu hal lagi yang ingin saya katakan. Layanilah dengan sungguh jika ada permintaan kebutuhan untuk para suster, walau hanya barang yang remeh, umpama untuk menyalakan api, lampu yang tidak menyala dan lain sebagainya. Para Overste tidak mungkin dibebani dengan perkara-perkara yang sepele yang semestinya bisa dikerjakan oleh masing-masing suster sendiri. Karena jika tidak demikian maka seluruh tenaga dan waktunya akan tersita. Sedangkan masih banyak hal yang lebih penting yang tidak boleh diabaikan.

Katakan pada mereka, hendaknya masing-masing melaksanakan tugasnya dan menekuninya. Hendaknya masing-masing menjaga kesehatannya sebagai seorang yang sudah dewasa. Jika kurang berhati-hati dalam menjaga kesehatan dan panggilan, itu menjadi tanggungjawab masing-masing. Anda tidak mungkin membimbing mereka secara mendetail. Jangan membiarkan sesuatu yang berlebihan yang tidak dapat diterima seorang religius. Bukan air mata, marah-marah, atau saling mempersalahkan mengenai hal-hal kecil. Kita membutuhkan peribadi-pribadi berakal budi dan berwatak sungguh-sungguh. Sekalipun itu semua dapat disertai dengan kegembiraan dan humor.

Semakin seseorang melupakan dirinya sendiri akan lebih menarik dan ramah terhadap yang lain. Dan semakin lebih mencoba untuk selalu menyenangkan orang lain. Saya mengganggab perlu bahwa hal-hal ini anda sampaikan kepada para suster supaya mereka semua menjadi Purti Bunda Hati Kudus yang sejati. Dan mendapat berkat dari atas. Tidak hanya untuk kami sendiri melainkan untuk seluruh Perancis agar mau bertobat.

TTD

Sr. Marie Louize

NO. 8

Religius yang bersemangat cinta

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

31 Desember 1904

Anak-anakku yang terkasih,  saya ucapkan selamat tahun baru. Walau banyak pekerjaan namun saya akan membalas surat-surat anda. Terimakasih atas doa anda. Kami memang sangat membutuhkan terlebih pada masa-masa sulit dan pengejaran. Marilah kita banyak-banyak saling mendoakan. Doa, sambut komuni dan pembaktian pada Bunda kita akan lebih menguatkan dalam pengabdian kita kepada Sang Guru Yang Baik. Kamipun Senantiasa didampinginya, supaya dengan sempurna kita dapat  melaksanakan tugas-tugas kita.

            Allah kita yang maha baik, seakan meluluh lantakkan pohon religius kita sedemikian oleh pengejaran. Maksudnya adalah, agar “buah yang terlampau masak atau yang pesakitan” berjatuhan. Yang dikehendaki hanyalah religius yang dipenuhi semangat cinta kasih-Nya. Jadi bukanlah religius yang setengah-setengah, yang penuh cinta diri, terlalu berperasaan dan mudah tersinggung dan selalu seperti anak-anak. Tidak sesuatupun bagi sesamanya, selalu mencari-cari kemungkinan untuk hidup enak di dalam biaranya, melebihi rumahnya semula. Tanpa kehendak untuk mengurbankan diri dalam sesuatu dan hanya selalu berjuang untuk kehendaknya.

            Hal-hal tersebut sangatlah memuakkan-Nya dan akan dihukum-Nya pula. Memang jika anda ingin menjadi pengantin-pengantin-Nya yang setia dan Para Putri Bunda Hati Kudus yang sejati, maka kita ikuti jejak-jejak mereka. yaitu religius yang dipenuhi semangat cinta kasih-Nya. Hendaknya kita tiru mereka dalam kemiskinan, kerendahan hati, ketaatan, penyangkalan diri, cinta kasih dan suka berkorban.

            Hendaklah rela berkorban dan bersemangat berjuang untuk mencapai tempat yang sudah disediakan dalam kehidupan abadi. Untuk mencapainya tidak ada jalan lain kecuali dengan menjalankan kewajiban dalam ketaatan.

Marilah kita melaksanakan tugas dengan kerelaan hati. Ingatlah bahwa tahun 1905 adalah tahun penghormatan bagi Hati Kudus Yesus dan Bunda Hati Kudus. Sang Guru Illahi telah mengaruniakan Rahmat-Nya dan melindungi panggilan suci kita. Agar kita boleh mempersembahkan hiburan dan silih kepada-Nya oleh keperwiraan kita.

            Itulah saja yang saya harapkan anak-anakku terkasih. Perjuangkanlah itu semua. Maka semua akan berjalan dengan sendirinya. Marilah kita serahkan kepada pendampingan Allah dan Bunda Hati Kudus.

            Saya merangkul anda dengan cinta kebundaan dalam Hati Kudus Yesus.

TTD

Sr. Marie Louize

NO. 9

Mencari Kerajaan allah

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 31 Agustus 1905

Berhubung anda telah menulis surat kepada saya dalam bahasa Perancis yang bagus itu, maka tak ada salahnya saya membalas dengan bahasa yang sama, yang bagi sayapun lebih mudah pula. Jika saya masih muda seperti anda semua, pasti sayapun bersedia mempelajari bahasa Inggris secara lebih mendalam.

Namun itu sudah terlambat bagi saya. Saya harus menerima pengetahuan yang saya miliki. Daya ingatan kalian yang baik hendaknya digunakan sebaik mungkin untuk memahami bahasa Perancis sampai mendalam. Karena di manapun kalian berada, bahasa tersebut akan menguntungkan anda. Syukurlah Sr. M. Sebastian bersedia membantu anda untuk menterjemahkan surat itu ke dalam bahasa Perancis dengan baik. Juga Mueder M. Jeanet pasti akan membantu menterjemahkan surat ini. Saya percayakan atas kebaiakan di antara kalian yang akan bersedia menterjemahkan surat ini ke dalam bahasa Inggris. Kemudian mengirimkannya kepada para Suster di Botany Bowral, Berma, Boravile dan Mathuina.

            Berhubung anda sekalian menyampaikan harapan secara bersama-sama, maka ada bagusnya bagi saya untuk  menyampaikan rasa terimakasih saya kepada anda kalian secara umum pula. Sungguh amat baiklah saling rukun menyatakan perbuatan kasih. Maka itulah hiburan bagi saya, karena menyadari bahwa kalian sungguh bersatu, sehati sejiwa dalam Hati Kudus Yesus dan Maria.

Pandanglah pula perhatian yang lembut dari Penyelenggaraan Illahi. Surat anda saya terima hari ini, bertepatan dengan  berkumpulnya para Suster dari Thuin dan Tongre pada hari pesta saya. Mereka tidak bisa merayakannya pada minggu yang lalu. Dengan demikian sampailah harapan-harapan baik dari anak-anakku yang baik dari Australia. Bersamaan dengan Putri-putri terkasih dari Belgia yang sangat menyenangkan hati saya. Di sinilah berkumpul banyak Suster pada sore hari yang sangat menggembirakan dengan menyaksikan semangat kegembiraan dan suasana senang dalam pergaulan persaudaraan di antara para Suster kita. Betapa baik dan senangnya hidup bersama sebagai saudara.

            Semoga semangat ini senantiasa anda perjuangkan. Jika anda berharap menjadi pengantin Yesus dengan setia dan menjadi Putri Bunda Hati Kudus yang sejati. Maka berkat Surgawi akan turun atas Kongergasi kita yang tercinta, yang wajib anda cintai sebagai Bunda. Semoga para Overste tetap berbaik hati dan kuat dalam kehendak. Sedangkan para Suster  diharapkan juga selalu bertaat dan berbakti secara pasrah. Hendaknya masing-masing dan bersama menjalankan segala dalam semangat silih dalam persatuan dengan Yesus dan Maria.

            Saya sangat senang sekali membaca keistimewaan-keistimewaan yang ditulis oleh Sr M. Bertran mengenai berdirinya lembaga di Matinna. Saya sampaikan banyak terimakasih. Betapa pula besar terimakasih kita atas perlindungan mengagumkan yang kita terima dari Bunda Hati Kudus dan St. Yusuf yang dengan nyata kita saksikan di manapun.

Demikian juga dengan para jiwa di api penyucian yang ada dalam perlindungan mereka. Maka kitapun wajib meringankan derita mereka. Jika kalian persoalkan tentang pengejaran yang sedang terjadi, tentang perampasan Basilik kita yang tersayang, beserta rumah para Pater dan Biara kita. Tetap  bersyukurlah, bahwa kita selalu berada di dalam perlindungan tangan Tuhan Yesus dan Maria. Tuhan Yesus dan Marialah yang melepaskan kita dari bahaya. Seluruh kepercayaan kita tercurah kepada mereka. Di Belgia ini, kita mendapatkan nafkah atas dasar jerih payah dan seluruh keringat kita. Namun kita tidak pernah berkeluh kesah. Kemiskinan suci harus terpilih mengatasi segala yang berlebihan, dan karya harus melebihi kemalasan.

            Hendaklah kita bekerja dengan perwira, di manapun kita ditempatkan oleh Tuhan kita yang maha baik. Maka sampai kekal kita akan merasa tenteram. Meskipun kita masih jauh dari kerajaan-Nya, kita tidak akan dirugikan dalam hal paling kita butuhkan. Sebagaimana telah diceritakannya. Maka St Yusuf telah memperjuangakan melebihi yang kita minta. Oleh karena itu hendaklah kita menghayati hidup pasrah. Yang lebih dahulu dicari adalah Kerajaan Allah beserta segala unsur yang baik. Maka yang lain-lain kan ditambahkan-Nya kepada kami.Semoga yang kita cita-citakan ialah menghatati hidup untuk Tuhan Yesus di dalam Sakramen Maha Kudus, seturut teladan St Perawan Maria tak Bernoda. Tanpa takut menghadapi segala macam korban dalam usaha kita untuk memperjuangkan jiwa-jiwa demi DIA. Ya demi setiap jiwa sejauh itu memungkinkan.

            Selamat jalan anak-anakku terkasih. Saya sampaikan harapan-harapan baik dari para Suster di Eropa. Dan mohon didoakan bagi mereka dan bagi saya. Sungguh ini kami butuhkan. Anda semua kami rangkul dalam cinta kebundaan.              

TTD Sr. Marie Louize

NO. 10

Mencintai sesama

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 12 September 1905

Anak – anakku yang terkasih, saya tidak mampu mengunjungi anda secara perorangan, sebagaimana para Suster di Belgia, maka secara Rohaniah saya ingin ada di lingkungan anda untuk sekedar menyampaikan, betapa sering pikiranku melayang kepada anda. Maka saya bersembah sujud di hadapan Sakramen Maha Kudus dan Bunda Hati Kudus. Maka sebagai bukti, bahwa saya tidak melupakan anda, maka kini saya angkat kembali keputusan bagi Muder Liguori sebagai Overste sejak 1905.

            Bliau pribadi yang baik dan berpasrah. Pasti beliaupun kini akan berbuat baik pula terhadap anda, dan barangkali juga akan lebih baik lagi. Karena beliau tampak lebih meningkat dalam kesalehan dan persatuan kepada Tuhan Yesus dan Maria. Sehingga beliaupun akan lebih menghantar anda kepada tuhan.

            Maka dari itu anak-anakku terkasih, hendaklah anda menyatu dengannya dan taat berhubung dengan tugasnya sebagai Overste merupakan beban yang cukup berat. Hendaknya anda meringankan tugasnya itu dengan ketatan, kerendahan hati, berpasrah dan cinta kepadanya. Karena kerendahan dan cinta kasih merupakan keutamaan yang tiada hentinya untuk dipupuk dan dikembangkan.

            Cintailah sesamamu bagaikan saudaramu sejati. Maka Tuhan Yesus dan Bunda Hati Kudus akan memberkati anda, jika anda inginkan agar diturunkan berkat dari Surga untuk Kongergasi kita yang kecil dan bagi Perancis yang malang itu. Memanglah, betapa besar dibutuhkan sekarang akan jiwa-jiwa yang perwira yang memberi silih & pemulihan. Betapa banyaklah kini jiwa yang demikian perwira untuk memberikan silih atas sedemikian banyak kejahatan yang kini telah menduduki sebagian besar dunia kita ini. Yang pasti akan menyebabkan siksaan bagi Tuhan. Betapa sering terjadi dosa-dosa, pelanggaran sakrilegi dan penghinaan terhadap patung Bunda kita dan Hati Kudus terlebih lagi pada salib. Betapa mengerikan kebencian terhadap agama. Betapa dahsyat kelicikan setan dalam memperjuangkan siksa bagi jiwa-jiwa terutama di antara anak-anak.

            Maka sebaliknya, hendaklah kita semakin rajin dalam perjuangan untuk segala kebaikan sebagaimana orang lain rajin berbuat jahat. Hendaklah kalian berjuang dengan kurban dan doa. Agar banyaklah jiwa kita rengkuh kembali dari kekuasaan setan.

            Mengenai kami, bagaikan seekor burung yang hinggap di ranting yang tidak tahu menahu dengan pasti : akan menetap di Issoudun atau tidak. Namun kami tetap berkanjang pada Hati Kudus Yesus, Mari dan Santo yusuf yang pasti tidak akan meninggalkan kami. Marilah kita semakin menyucikan diri, maka Sang Guru Illahi akan memperjuangkan selebihnya.

            Doakanlah saya banyak-banyak, anakku yang terkasih. Sebagaimana akupun mendoakan anda dan selalu percaya akan bakti Kebundaan dalam Hati Kudus Yesus.

TTD

Sr. Marie Louize

NO. 11

Kekuatan sebuah doa

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin 28 Agustus 1906

Anak-anakku terkasih, anda nampaknya kagum dan juga maklum bahwa saya masih tinggal di Thuin. Berhubung mulai musim dingin, yang biasanya akan menjadi sangat dingin di Belgia. Pada beberapa kesempatan kami sudah berhasrat pergi ke Issoudun, namun setiap kali juga Sang Guru mengirimnya rintangan-rintangan.

Pada akhirnya dengan jelas dinyatakan, bahwa untuk sementara waktu kami wajib memindahkan rumah induk dengan Novisiatnya ke Belgia. Itu bukan berarti bahwa kami akan meninggalkan Issoudun. Empat atau lima Suster akan menetap. Akan tetapi bagi kelompok kecil itu, kesulitan-kesulitan akan lebih mudah dihindari untuk hari mendatang dari pada komunitas yang terdiri dari 15 sampai 20 orang Suster. Rumah kita di Issoudun akan dijual, sehingga untuk menerima postulan baru pasti harus diusahakan seribu macam daya upaya untuk menjaminnya. Agaknya memang telah lama juga waktu berselang di mana kami wajib mempertahankan suatu karya sejauh kemampuan kami. Berhubung sumber-sumber keuangan kami telah  mengering. Sedangkan dalam usaha tersebut kami tidak melihat kemungkinan untuk menjamin hidup sebanyak mungkin suster, tanpa pencarian dana yang cukup. Oleh karena itu sesudah berdoa banyak, setelah berfikir baik dan mencari nasihat. Maka kami putuskan untuk tinggal di sini atas dasar yang lebih baik. Agaknya sulit juga untuk pergi, karena pasti akan menderita kekurangan. Namun kami berharap agar dalam kekurangan-kekurangan itu kami berusaha bekerja untuk mendapatkan dana yang cukup untuk hidup.

Hal ini menjadi suatu persiapan baik untuk daerah Misi. Meskipun hal tersebut membuat Pater General tercinta menjadi prihatin. Maka beliaupun, sebagaimana kami juga harus menyesuaikan diri pada suasana dan kebutuhan sementara yang kini harus kami hayati, serta merestui keberangkatan kami. Akan tetapi kami tinggal di Issoudun, dan apa bila nanti datang suasana yang mengijinkan, kami akan kembali lagi ke Issoudun. Alangkah senangnya kami bila bisa kembali.

Juga Suster Emilia akan datang ke Thuin. Maka anak-anak muda itu (para Novis dan Postulan) akan tinggal di sini untuk menjalani masa rohani. Memang agak sukar bagi anda membayangkan dengan sungguh bagaimana dahsyat dan liciknya pengejaran yang kami alami di sini sekarang. Lagipula, mengapa kami justru menjadi obyeknya. Betapa banyak jiwa-jiwa yang setiap harinya direnggut ke dasar neraka. Betapa hebat penderitaan Tuhan Yesus di kayu salib dan kinipun menderita dalam Sakramen Ekaristi.

Betapa besar tantangan terhadap Tuhan, betapa ngeri dosa-dosa sakrilegi. Semuanya itu menyebabkan kami menggigil ketakutan. Dengan demikian bagaimanakah caranya meredakan kemurkaan Tuhan kita yang maha baik? Akan tetapi oleh doa-doa dan kurban kita yang penuh semangat dan keperwiraan besar, terlebih berdasarkan cinta kasih yang mendalam kepada Tuhan Yesus di dalam sakramen Ekaristi, kami berhasrat untuk mempersembahkan silih kepada hati Kudus Yesus, dengan mengantarkan kembali sebanyak mungkin jiwa kepada-Nya dan kepada Ibu Maria. Maka tidaklah pada tempatnya jika kami memberikan bantuan, dikarenakan sejumlah besar jiwa dalam keadaan bahaya besar juga.

Hendaknya kita berterimakasih kepada Ibu Maria, Bunda Hati Kudus dan St. Yosef dengan penuh ketulusan  hati. Karena merekalah yang mampu mempertahankan kami di dalam Kongergasi. Sedangkan banyak religius telah diusir meninggalkan biaranya dan mesti kembali ke masyarakat ramai. Di sanalah mereka harus kehilangan panggilannya, bahkan hidup dalam kekosongan dan jauh dari kebenaran. Hendaklah semakin meningkat cinta kasih kita kepada panggilan dengan penuh syukur dan berusaha untuk semakin menyerupai seorang Putri Bunda Hati Kudus yang sejati, sehingga kita semakin pantas mendapat sebutan Suster Putri Bunda Hati Kudus.

Namun dalam mengatasi segala sesuatu, hendaknya kita dirajai oleh kerendahan hati dan kasih. Itulah yang lebih berkenan kepada Hati Kudus Yesus, yang akan menurunkan berkat atas kita. Karena pada abad ini penuh dengan kesombongan dan egoisme, maka para religius dalam komunitas, hendaknya selalu rendah hati dan semakin penuh cinta kasih, untuk dapat membentuk keseimbangan hidup. Bekerjalah untuk maksud dan tujuan tersebut. Dan berdoalah juga, agar kelompok kecil kita di Belgia dan Issoudun akan berjalan dan terlaksana dengan baik. Selanjutnya, percayalah selalu akan cinta kebundaanku.

NB :

Kami berharap dengan sungguh bahwa para jiwa yang tercinta di api penyucian akan membantu. Maka bersikaplah hormat kepada mereka.

TTD Sr. Marie Louize

NO. 12

Pesan Wasiat

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 24 September 1906

Anak-anakku yang terkasih, ber hubung Bunda Hati Kudus dan Pater Vandel telah menyembuhkan saya berkat kebaikannya, maka mereka mengharapkan kembali kehadiran kita di Issoudun. Dan itu juga menjadi harapan saya untuk segera mengabulkannya. Malaikat pelindung telah mengilhami saya untuk mengadakan pertemuan, untuk menyampaikan nasihat bagi para puteriku yang hari ini berkumpul. Demi merekalah, baik yang sudah berpengalaman maupun yang masih baru belajar, tidak ada terkecuali, akan saya berikan nasihat dan pengajaran serta petunjuk yang cukup mendasar. Sehingga masing-masing dapat menerapkan sesuai dengan hal-hal yang dirasa dapat membantunya. Maka sayapun akan menyampaikan kepada anda secara umum. Tanpa mengarahkan khusus pada seorang uster, lebih dari yang lain.

  1. Pertama-tama hendaklah anda bersikap terbuka kepada Mueder Eugenie dengan rendah hati dan taat kepadanya. Anda wajib mensharingkan apa yang anda alami kepadanya, terlebih mengenai pengalaman di luar Komunitas. Ini adalah suatu upaya bagi anda, untuk melindungi dan menjaga anda dari segala tipu daya setan dan dunia demi keselamatan panggilan anda.
  2. Janganlah percaya tawaran-tawaran terhadap bujukan duniawi yang justru berlawanan arah, dan segeralah berbalik darinya. Ini suatu yang sulit untuk dilakukan. Namun hal ini akan membahagiakan anda.
  3. Hendaklah selalu peuh cinta kasih dalam tutur kata dan perbuatan dan bersikaplah sayang terhadap orang sakit dan menderita.  Pada umumnya, keadaan sakit bisa menggeramkan hati anda. Namun hendaklah anda selalu mngerti dan melayani mereka. Para pasien sangat membutuhkan seorang perawat yang selalu memperhatikan, terkusus pelayanan yang dibutuhkan pada hal-hal yang tidak bisa dimengerti oleh mereka yang selalu sehat. Oleh karena itu, jika anda sampai di rumah, janganlah berkeluh kesah. Terutama janganlah sampai terjadi pembicaraan mengenai kebutuhan dan pelayanan yang kecil dan sepele maupun mengenai cacat watak dari yang dilayani.
  4. Mengenai status Suster-suster di Komunitas, tidak ada lagi perbedaan antara Suster-suster utama dan Suster-suster sederhana / karyawati. Pater Chevalierpun akan segera menyelipkan pernyataannya dalam konstitusi. Kita semua merupakan satu saudara, meskipun saya tidak mengganggab anda semua sama dalam hal tertentu. Namun perbedaan itu akan nyata dalam sikap berbakti dan dalam penghayatan keutamaan, dalam budi dan pemikiran serta dalam tutur kata. Beberapa hari yang lalu Pater berkata agar kita tidak berambisi memiliki rumah besar atau menjadi terkenal. Namun hanyalah  berusaha dalam kesederhanaan, penuh cinta kasih, dan penuh bakti.
  5. Mengenai kesehatan anda, sampaikanlah dengan sederhana segala kebutuhan anda kepada atasan anda, dan selanjutnya serahkanlah kepada keputusannya. Janganlah kita ceritakan penderitaan kita yang kecil-kecil kepada orang lain. Perhatikanlah dalam berpakaian sesuai dengan kebutuhan setiap musim terlebih yang dibutuhkan demi kesehatan. Perhatikanlah makan minum yang cukup. Mengenai ukuran, hendaklah perhatikan batas-batas matiraga agar tidak melanggarnya. Makan sepotong kue dengan sederhana dan syukur lebih berkenan di hati Tuhan yang baik dari pada menolaknya yang lebih karena menuruti keinginan diri saja. Di dalam Komunitas tiada rintangan untuk bermatiraga. Misalnya : makan dan minum seadanya yang sudah dihidangkan. Saya yakin dalam hal ini anda sudah cukup terjamin. Maka janganlah gelisah mengenai hal ini. Janganlah minta keistimewaan di meja makan, jika tidak sungguh membutuhkan. Namun jika memang membutuhkan, maka hendaklah anda meminta ijin langsung  pada Overste, Karena pada umumnya sering terjadi, bahwa permintaan itu langsung dipenuhi oleh suster yang bertugas di dapur.
  6. Baik di luar maupun di dalam biara, hendaknya anda menjadi seorang religius yang baik dan bersedia melaksanakan peraturan. Sehingga betul-betul memberikan teladan baik di tengah masyarakat. Tentu tanpa sikap yang berlebihan. Kadang-kadang waktu untuk sebuah latihan rohani boleh digeser atau bahkan ditiadakan jika karena demi cinta kasih memang membutuhkannya. Namun hendaklah diusahakan untuk mengganti waktu atau pada tempat dan kesempatan lain. Dalam hal inilah, kita hendaknya selalu bijaksana, berbudi luhur dan penuh cinta kasih.
  7. Janganlah sekali-kali memperlihatkan perasaan kecewa atau pertentanagn dengan perasaan jika anda diutus untuk mengunjungi seorang pasien, yang mungkin berlainan dengan kehendak hati. Namun pandanglah Tuhan pada tugas yang dipercayakan oleh Hati Kudus Yesus itu.
  8. Di dalam lingkungan Komunitas hendaknya anda tertib dalam hal mempergunakan segala ijin yang dibutuhkan. Dan bersetialah dengan semboyan “Semoga hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana”. Karena kadang kita melalaikannya. Selalu bersedialah untuk membantu di sana-sini dan ambilah juga bagian dalam tugas rumah tangga.
  9. Laksanakanlah karya anda di manapun dan usahakan sesempurna mungkin. Laksanakanlah itu dengan semangat wirawan. Namun janganlah kiranya hanya bersandar pada kemampuan dan bakat sendiri yang tentu sangat terbatas. Percayakan diri anda pada kekuatan yang dari atas, dalam Hati Kudus Yesus dan Bunda Hati Kudus.

Anak-anakku terkasih, inilah nasihatku kepadamu. Cobalah untk melaksanakannya, agar dapat menjadi seorang biarawati tang sejati. Sehingga dapat menurunkan Rahmat Surgawi atas Kongergasi kita yang kecil dan tercinta ini. Masing-masing harus berusaha demi Kongergasi agar terhindar dari “kekandasan” dan “taufan yang menderu”, yaitu dengan masing-masing berusaha menyucikan diri. Maka Sang Guru yang baik akan selalu memperhatikan segala usaha kita.

TTD Sr. Marie Louize

NO. 13

Penyerahan Konstitusi Baru

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, …. Desember 1906

Anak-anakku terkasih, tahun yang lama telah ditutup. Tahun yang penuh pencobaan dan pengejaran. Tidak hanya bagi kita saja, namun juga terhadap Negara Perancis, bagi para Uskup dan para Imam. Dari kejauhan pantai-pantai di Oceania, dan pasti terdengar juga oleh anda mengenai gema jeritan-jeritan peristiwa yang pahit ini. Tantangan ganas terhadap Tuhan, penghojatan terhadap Tuhan, pencemaran dan pencurian barang-barang suci dan segala penghinaan. Apa yang sedang kita alami adalah dunia yang terbalik. Menimbulkan rasa asing yang memuakkan. Banyak jiwa pasti kandas dalam petaka ini. Dalam pembuangan. Hal tersebut membangkitkan rasa pilu dan iba dalam hati kami. Pengkianatan, pembuangan dan penderitaan itu jika dipandang demi Tuhan, akan merupakan kemuliaan dan kebahagiaan kita. Namun terbukti bagaimana sikap Perancis sebagai bangsa, telah mengingkari janji permandiannya. Lagi pula kita saksikan juga banyak jiwa menjadi “busuk” dan tiada tertolong lagi. Maka sadar akan banyaknya kebencian terhadap Tuhan dan penistaan terhadap-Nya, membuat orang menjadi gemetar dan menderita. Ini merupakan pencobaan yang paling berat.

            Akan tetapi, hal ini tidak akan membuat kami berhenti hanya pada rasa sedih dan susah. Untuk melawan segala kejahatan itu, harus ada penyembuhnya. Tuhan kita Yesus Kristus telah dihinakan sedemikian rendahnya, ditambah jumlah besar jiwa yang terbirit-birit menuju kehancurannya. Maka yang pertama dan terutama dibutuhkan adalah : hendaknya masing-masing menjauhkan diri dari bayangan dosa meskipun dosa remeh sekalipun. Serta memperjuangkannya dalam praktek hidup di lingkungan masing-masing. Selanjutnya kita akan melipat gandakan cinta kasih kepada Tuhan Yesus dalam Sakramern Ekaristi dan kepada Perawan tak bernoda, dengan mengadakan kontak dengan Yesus dan Maria. Terlebih lagi kita hendaknya selalu mengobarkan semangat dengan rajin untuk mengusahakan kemuliaan Tuhan dan demi penyelamatan para jiwa. Saat inilah dibutuhkan banyak jiwa yang bersemangat dan bukanlah jiwa yang penakut, lemah dan tak bersemangat. Terlebih lagi bukanlah jiwa yang penuh cinta diri. Sang Guru Illahi tidak berkenan lagi atas pengabdian para bentara yang hormat dan sopan secara lahiriah saja. Yang dibutuhkan adalah para “Theresia”. Terutama dunia membutuhkan para pria seperti Xaverius dan Verius. Hendaknya kita berjuang agar kita tergabung dengan mereka itu. Yaitu pantang mundur untuk satu kurban atau satu kesempatan untuk direndahkan. Yang harus kita sesalkan pada detik kematian kita ialah kenyataan bahwa telah begitu banyak kita lewatkan kesempatan untuk menunjukkan bakti cinta  kepada Yesus dan Maria. Bahkan sebaliknya bahwa kita mengutamakan cinta diri, kehendak diri dan mencari enak pribadi. Hendaklah kita kalahkan antipati. Apabila kita terlanjur terjerat olehnya, hendaknya kita dengan cara tegas melepaskan diri melalui kurban diri kita. Bagi mereka yang rajin, bertambahlah dalam kerajinan, karena masih banyak jalan yang harus ditempuh demi sebuah kesempurnaan.

Agar dapat membantu anda dalam hal ini, saya kirimkan Konstitusi baru. Karena saat inilah dibutuhkan perubahan-perubahan. Konstitusi ini telah ditinjau kembali sesuai dengan keputusan baru Tahta Suci sehubungan dengan Kongergasi-kongergasi Religius. Berita lain. Rumah induk kita sekarang ini yang ada di Thuin, telah mendapat persetujuan dari Mgr Walraven, Uskup dari Doornik.

Maka untuk selanjutnya dalam waktu dekat kita akan meminta persetujuan dari Roma. Anda pasti dengan senang hati membantu dalam doa dan satu kurban anda, sehingga permohonan kita segera dikabulkan.

            Anak-anakku yang terkasih, terimalah Konstitusi ini dengan Iman yang besar. Berhubung Hati Kudus Yesus Dan Bunda Hati Kudus telah mengilhaminya dalam tahun suci. Resapilah diri anda kini dengan semangat yang harus dimiliki. Semangat rendah hati, bersatu dengan Yesus dan Maria dan dalam semangat Pemulihan.

Konstisusi merupakan “tangga” yang akan menghantar  kita ke jalan kesempurnaan. Sedangkan setiap pokok merupakan suatu “anak tangganya”. Bagi kita tidaklahlah cukup hanya menenteramkan hati lalu hanya memandanginya dengan kagum saja. Hendaknya kita mendakinya (Konstitusi = Tangga) dan terus selalu mendakinya setiap hari bekerja sama dengan Rahmat dan Pemberi segala Rahmat yaitu Yesus di dalam Ekaristi. Sehingga pada hari kematian, kita mencapai “anak tangga” yang terakhir  dan segera mengayunkan langkah ke Surga.

            Maka pesan saya : Kuatkan hati anda. Berdoalah sebanyak-banyaknya secara pribadi dan bersama untuk Perancis tercinta dan Eropa yang berabad-abad usianya dan yang kini terdampar pada dasarnya, terutama bagi mereka yang dalam pengejaran, yaitu bagi yang terhormat Bapa Pendiri, yang demikian pahit tertindih kesedihan pada akhir hidupnya.

            Maka akhirnya, banyak-banyaklah kita saling mendoakan dan dengan sungguh-sungguh saling mengasihi dalam Yesus dan Maria. Bersatulah dalam doa dan bersatu dalam Kasih Illahi. Itulah merupakan kekuatan dan kebahagiaan kita. Dan ini sangat berkenan pada Hati Yesus dan Maria serta mendatangkan Rahmat bagi Kongergasi kita yang kecil, yang di dalamnya kita akan hidup dan mati. Sesudah saling mengasihi di dunia ini, kita akan disatukan di Surga mengelilingi Tahta Bunda Hati Kudus, di situlah kita membentuk Mahkota bagi Bapa Pendiri. Sekaranglah saya serukan kepada anak-anakku terkasih.  Saya peluk anda dengan cinta kebundaanku.

            Oh iya, belum lama saya terima ucapan Selamat Tahun Baru. Terimakasih. Semoga tahun 1907 bagi kalian juga merupakan tahun yang baik dan membahagiakan dan merupakan tahun suci dalam Yesus dan Maria.                                                       

TTD

Sr. Marie Louize

No. 14

Berita wafatnya Pater Chevalier

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, Oktober 1907

Anak-anakku terkasih, baru-baru ini Hati Kudus telah meminta suatu kurban yang memang  sudah lama kita kuatirkan akan terjadi. Pada tanggal 21 Oktober dipanggil-Nya bapa Pendiri kita tercinta kembali kepada-Nya.

Pagi hari, suatu telegram menyampaikan berita yang amat menyedihkan itu. Selama ini kondisi sakitnya telah membuat kita prihatin. Apalagi akhir-akhir ini penderitaan yang harus dialaminya, terutama bahwa beliau harus meninggalkan Pastorannya secara kejam. Hal itu telah mematahkannya.

Dalam usia 83 tahun, pukulan itu memang bisa mematikan orang. Meskipun segalanya terjadi dengan sebaik-baiknya. Sayapun sudah menduga bahwa kita segera akan kehilangan beliau dalam waktu dekat. Namun pukulan tersebut terasa amat berat juga.

Seluruh hati kita dipenuhi dengan kesedihan yang cukup dalam. Beliau begitu baik, demikian saleh dan sangat kebapaan, penuh perhatian demi kesejahteraan kita. Itulah pribadi Pater yang terhormat itu.

            Beliau yang tidak mengenal lelah dalam pekerjaan demi Kemuliaan Hati Kudus dan Bunda Hati Kudus, yang telah menderita banyak itu. Kita percaya, beliau layak menerima karunia kekal dan tidak akan meragukan Hati Yesus dan ibu Maria. Mereka akan memahkotai Rasul-Nya yang mulia dan tidak mengenal lelah itu. Memang rasanya kita mempertahankannya di sekitar kita, dan memperpanjang hidupnya. Namun detik perpisahan itu tak tertahankan lagi.

Perpisahan tersebut memang untuk sementara saja. Kelak kitapun akan bersatu bersama Bapa yang baik itu. Yang berbahagia dalam kemenangan yang sejati. Sambil menunggu saat itu, beliau pasti akan menjagai kita dengan segala perhatian sebagaimana saat beliau ada di tengah kita. Beliau akan menjadi pengantara kuasa pada Hati Kudus dan Bunda hati Kudus.

Berdoalah kita bagi beliau, sebagaimana kewajiban kita. Sekaligus juga kita mohon agar beliau sudi mendoakan kita, agar Hati Kudus dan Bunda Hati Kudus melindungi Kongergasi kita, menguduskannya dan menganugerahinya dengan semangat kejiwaan Bapa pendiri. Itulah yang merupakan semangat Hati Kudus Yesus. Bapa Pendiri telah meninggalkan seluruh nasihatnya, kenang-kenangannya dan teladannya. Hendaklah kita pergunakannya demi kesucian kita sehingga kita kelak boleh menjadi “mahkota”nya di Surga. Hendaklah kita menjadi seperti beliau : berbaik hati, mencintai bagi siapapun dan menjadi segalanya bagi semuanya. Maka kita akan mampu mengalahkan semua demi Sang Kristus.

Hendaklah kita wirawan dan selalu melupakan diri demi sesama. Sebagaimana bapa kita yang baik itu, hendaklah kitapun memiliki cinta kasih yang berkobar-kobar kepada Hati Kudus Yesus, Bunda Hati Kudus dan para jiwa. Sehingga seturut teladannya kita akan mencapai tujuan akhir yaitu kebahagiaan kekal.

Dalam surat berikut anda akan mendapatkan berita istimewa tentang pemakaman Bapa Pendiri yang dihadiri oleh Mueder Stanislas dan Mueder Valerie. Saya sendiri tidak dapat menghadirinya karena situasi yang tidak memungkinkan.

            Seluruh proses upacara terjadi sebagaimana layaknya demi menghormati Beliau semata-mata. Seluruh Isoudun berkabung penuh hormat dan merasa kehilangan. Betapa indahnya Tuhan yang Maha baik telah mengatur segala sesuatunya.

Pangeran DeBonneval yang kini menjadi pemilik Basilik, telah memberi ijin dalam waktu yang tidak lama untuk memindahkan jenasah Beliau kedalam makam yang sekaligus merupakan tempat istimewa bagi Beliau yang terhormat di Basilik tersebut.        

Dengan megah perarakan masuk pintu gerbang yang terbuka lebar. Maka masuklah Beliau penuh penghormatan ke dalam Basiliknya yang tercinta. Sesudah disemayamkan satu hari satu malam di dalam kapel Bunda Hati Kudus, maka beristirahatlah Beliau didalam (bawah) Kapel yang sangat dicintainya dan yang demi Kapel itu, Beliau telah menghaturkan segala kemuliaan dan sangat mencintainya. Hal ini sesuai dengan pesannya sebelum wafatnya.

Tak seorangpun boleh melupakan segalanya yang telah diperjuangkan bagi kita. Betapa penuh perhatian Bapa yang baik itu kepada kita, itu menjadi kebanggaan dan kebahagiaan Kongergasi kita. Beliau telah “melahirkan “ kita untuk bertumbuh dan berkembang. Kita akan selalu mengenang dan meneruskan kenangan itu kepada para Suster yang tidak sempat mengenal dan melihat Beliau. Kami akan mengajar mereka untuk menghormati dan mencintai sebagaimana kami telah menjalankannya.

Dan sebaliknya, saya yakin bahwa Beliaupun akan membantu agar kita meningkat dalam kesempurnaan, dan menjadi Putri-putri yang bersetia terhadap hati Kudus dan Bunda Hati Kudus. Sayapun akan memohon berkatnya bagi kalian, sebagaimana Beliau telah menjalankannya, dan akan memohon doanya untuk ujud-ujud kita. Aku merangkul anda dengan cinta kebundaanku.                                

 TTD

Sr. Marie Louize

No. 15

Doa singkat

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, Januari 1908

Anak-anakku yang terkasih, bagaimana kiranya saya dapat menyampaikan terimakasih saya kepada anda untuk segala perhatian yang saya terima. Betapa indahnya hadiah ini. Kalian telah berhasil menciptakan sebuah foto Bapa Suci beserta berkatnya yang indah terpampang dalam sebuah Pigura, tanpa saya ketahui sebelumnya. Berkatnya yang sangat berharga itulah yang membahagiakan. Foto itu terpampang di dalam kamar tamu lurus berhadapan dengan kursi saya, sehingga Paus Pius X tampak selalu member berkatnya kepada saya bersama anda kalian. Beliau telah meluaskan berkatnya untyuk seluruh Kongergasi. Sekali lagi kepada anak-anakku terkasih,  saya ucapkan banyak terimakasih. Terutama kepada anda Sr. M. Liguorie dan Sr. M. Madelein, terkhusus bagi sang pencipta ide untuk memberikan persembahan sebagai hadiah Yubelium.

            Marilah kita mulai bekerja, sehingga Bunda kita Surgawi berkenan atas kami dan agar beliau bersama Tuhan Yesus selalu memperoleh hiburan dari kami. Masih banyaklah penderitaan yang menimpa mereka dan terjadi di Negara Perancis yang malang itu. Bukankah demikian seharusnya, bahwa kita yang telah dipilihnya, juga akan mempersembahkan bagi mereka beberapa hiburan. Yaitu cinta kasih kita dan pengharapan kepada jiwa-jiwa. Bagi Bunda kita dari Lourdes dan juga bagi Paus Pius X. Hal ini akan dituliskan oleh Sr. M. Regis pada jurnalnya kepada anda.

            Apabila dipersembahkan kurban, hendaklah diperhatikan dengan jujur apakah kurban itu berdasarkan cinta diri atau demi kebahagiaan bersama. Semoga kita dapat mempersembahkannya bagi mereka, berdasarkan keperwiraan. Karena mereka sudah mempersembahkan banyak kurban bagi kita. Jika anda merasa lemah dalam niat baik, pergilah memohon kekuatan dan bantuan kepada Tuhan Yesus di dalam Sakramen Ekaristi dan ulangilah doa ini : Hati Kudus Yesus,  aku percaya kepada-Mu, Hati Kudus Yesus, aku berharap akan cinta-Mu kepadaku.

            Kedua ungkapan ini jika diungkapkan dengan iman, maka akan banyak membuat berkenan pada Hati Kudus, sehingga seluruh perhatian-Nya dipalingkan kepada siapa yang menyerukan doa itu. Ungkapan-angkapan itu dipenuhi dengan indulgensi pula, maka saya anjurkan agar anda kalian sering mendoakannya.

            Anak-anakku terkasih, lakukan doa itu sesering mungkin, maka anda kalian akan mendapat berkatnya. Jurnal Sr. M. Regis pasti akan menarik perhatian anda dan akan menyenangkan anda. Saya mengenangkan dan merindukan anda di daerah misi, maka sebagai gantinya, saya selalu berdoa banyak.

            Selamat anak-anakku terkasih. Kupeluk anda dengan Cinta hati Kudus Yesus.

TTD

Sr. Marie Louize

No. 16

Penatapan Kapitel Umum Pertama

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 12 Februari 1908

            Anak-anakku terkasih, taufan telah merenggut di Perancis melawan agama dan mencerai beraikan komunitas religius. Juga telah memusnakan hiburan kita dan telah berusaha menghilangkan panggilan di Eropa. Namun Kebijaksanaan & Kerahiman Hati Kudus sangatlah besar. Apa yang nampaknya bagaikan perusak bagi Kongergasi, berubah menjadi berkat. Kongergasi telah menetap dan berkembang di Belgia. Di sanalah kami menemukan lapangan karya sesuai dengan tujuan kita. Kami menerima panggilan-panggilan yang menyebabkan kami mampu untuk meneruskan karya tersebut. Terutama bagi daerah Misi. Selama itu Kongergasi terus berkembang di Australia dan menerima karya baru di sana. Untuk segala macam berkat yang timbul dari pencobaan-pencobaan itulah, maka kitapun harus menyatakan sikap terimakasih kita terhadap Sang Guru Illahi dan Bunda Hati Kudus.

            Akan tetapi seluruh kemajuan yang besar ini mewajibkan kita untuk memberikan kepada Kongergasi yang tercinta suatu organisasi yang lebih lengkap. Usiaku yang sudah lanjut ini ditambah dengan penyakit-penyakit, maka dibutuhkan seorang terpilih sebagai pengganti bagi saya, atau sekurang-kurangnya saya membutuhkan seorang asisten.

            Sesudah dipirkan secara mendalam dan sudah dipertimbangkan, serta sesudah mendapat dukungan dari para Suster Asisten itu, maka saya akan putuskan untuk membentuk Kapitel Umum. Segala rencana tersebut saya utarakan kepada Yang terhormat Pater Gotti dan sekaligus memohon persetujuannya bagi Kongergasi kita yang kecil ini. Syukurlah beliau berkenan memberikan perhatian. Yang terhormat Mgr. Walravens, Uskup Dioses yang menguasai rumah induk juga telah memutuskan Kapitel tersebut dan menentukan anggotanya.

            Sebagai kelanjutan apa yang sudah tertulis di atas, maka melalui surat ini kami mengadakan Kapitel Umum pertama untuk Kongergasi kami yang kecil ini. Kapitel akan dilaksanakan di rumah Induk di Thuin pada tanggal 8 September 1908, yang akan datang.

            Atas persetujuan dari Yang Mulia Uskup Van Doornik, maka para anggota Kapitel adalah sebagai berikut :

  1. Yth. Moeder Pembesar umum (Mueder marie louise Hartzer)
  2. Ketiga Asisten Umumnya (Mueder Valerie, Mueder Stanislaus, Mueder Eugenie)
  3. Pembesar dari Australia : Mueder Chanel
  4. Pembesar dari Niew Guenea : Mueder Liguarie
  5. Pembesar dari Niew Pommeran  :  Moeder Getrude
  6. Pembesar dari Kepulauan Gilbert : Mueder Isabel
  7. Pembesar dari Thursday Island : Mueder Theresa
  8. Dua utusan terpilih oleh para Suster di seluruh eropa yang telah berkaul kekal.
  9. Satu utusan yang terpilih oleh para Suster di seluruh Australia dan Tasmania, juga yang telah berkaul kekal.

Semua nama tersebut di atas harus hadir di rumah induk di Thuin. Apabila seorang yang terpilih itu berhalangan hadir, harus segera memberitahukannya.

Maksud-maksud Kapitel ialah sebagai berikut :

  1. Pemilihan Pemimpin umum sesuai Konstitusi. Jika dikehendaki oleh Kapitel, bahwa Pembesar yang telah menanggung tugas sejak permulaan, akan diputuskan tugasnya dan akan diberikan Vicaris umum padanya dengan hak penggantinya.
  2. Menentukan para Suster Asisten sesuai dengan Konstitusi.
  3. Jika dianggab perlu untuk mengganti beberapa nomer dalam Konstitusi, maka hendaknya mengusulkan perubahan ini kepada Tahta Suci, sebelum Teks itu mendapatkan Persetujuan.
  4. Untuk memperbincangkan kemungkinan dalam suasana yang damai guna mendirikan Provinsi Australia.
  5. Usul-usul untuk diambil tindakan demi perkembangan Kongergasi, mempertahankan semangat Kongergasi, mempertahankan kerajinannya, meningkatkan karyanya, terutama di daerah-daerah misi.

Semoga Hati Illahi dan Bunda-Nya yang kudus sudi memberkati Rapat yang penting ini. Maka sejak tanggal 8 Mei 1908 akan didoakan di dalam semua Komunitas Veni Creator pada setiap hari dilanjutkan dengan doa Ingatlah Ya Bunda Hati Kudus sesudah Rosario untuk Intensi tersebut. Pada hari pembukaan akan dipersembahkan Comuni Suci.

         Berhubung Sang Guru Illahi telah berkenan, bahwa Kapitel ini terlaksana dalam tahun Jubile Bunda kita dari Lordes. Maka kita percayakan sepenuhnyanya kepada Bunda yang tak bernoda. Agar secara istimewa dipersembahkan demi kesejahteraan yang semakin meningkat bagi Kongergasi kita yang kecil ini, yang pasti disayanginya juga. Karena Beliaulah yang menjadi pendiri dan Bundanya.

         Selamat anak-anakku terkasih. Percayalah selalu dalam cinta kebundaanku.

TTD

Sr. Marie Louize

SURAT  MOEDER  M.  VALERIE,  FDNSC

Pemberitahuan

wafatnya Moeder Marie Louise Hartzer

Semoga Hati Kudus Yesus dikasihi di mana-mana.

Thuin, 27 Februari 1908

            Para Suster yang terkasih, kepada anda sekalian, hari ini saya berkewajiban untuk menyampaikan tugas yang sangat menyedihkan. Memang semata-mata merupakan kehendak Tuhan yang mewajibkan saya untuk bertekat membicarakan bersama anda mengenai beliau, yang dengan pahit telah kami tangisi selama berhari-hari. Lukanya masih terbuka, sedangkan untuk membicaraka  mengenai pencobaan yang menyedihkan ini, akan menyebabkan lebih parahnya luka tersebut.

            Akan tetapi berita (Telegram) yang dikirimkan pada 23 Februari 1908 itu telah diteruskan lagi dari sana ke daerah-daerah Misi, bahwa suatu  pukulan berat telah menimpa kita. Memang berita berikut ini pasti tidak akan menenteramkan hati anda, yaitu mengenai ibu kita tercinta. Meskipun ibu kita selalu dalam keadaan menderita kesehatan yang sangat lemah, namun tentu kita  tidak mengharapkan akhir kehidupan yang sekonyong-konyong itu. Namun semuanya telah terjadi dengan tiba-tiba juga. Sehingga kamipun hampir-hampir tidak dapat percaya bahwa hal tersebut benar adanya.

Pada hari Kamis, 20 Februari 1908 pagi beliau masih bekerja bersamaku sampai kira-kira jam 11.00 mengenai urusan Kominitas. Jan 12.00 beliau mulai merasa mengantuk dan merasa lemah. Lalu beliau semakin tak berdaya yang membuat kami menjadi gelisah. Dokter segera didatangkan, sore harinya kami mengetahui bahwa keadaannya semakin gawat dan beliau dalam keadaan sakrat maut. Anda pasti bisa membayangkan kebingungan kami. Segera dikirimkan berita kepada Pater Piperon dan kepada Deken. Kemudian Ibu kita meneriam Absolutie suci. Sr. M. Angel bersamaku menjaga beliau semalam suntuk.

            Nampaknya beliau tidak menderita sesuatu, namun keadaannya sungguh  tak berdaya. Setiap kali kami hanya mengelabuhi mata sendiri dengan menganggabnya suatu ilusi saja dan bahwa hal itu merupakan suatu tidur yang lelap.

            Pada hari Jumat, 21 Februari, kami merasa bahwa sangat bijaksanalah bila kami memohonkan Sakramen minyak suci. Maka beliau menerima perminyakan suci itu dalam sikap duduk di kursinya dan dalam keadaan sadar sepenuhnya. Meskipun beliau tidak mampu lagi untuk berbicara ataupun membuat tanda salib dengan tangannya.

            Mengenai emosi kami, tidaklah memungkinkan untuk diceritakan di dalam surat ini. Tentu perasaan anda mampu menterjemahkannya. Bahkan detik itupun kami masih mengharapkan suatu tanda ajaib agar Beliau pulih kembali, meskipun dokter sudah memiliki pandangan yang berlainan. Ibu kita sungguh tak berdaya lagi. Sedangkan detik demi detik, yaitu detik untuk menyerahkan dirinya tibalah : TUHAN YESUS SUDAH MENUNGGU ABDINYA YANG SETIA ITU UNTUK MEMAHKOTAINYA. Meskipun kita tangisi dan kita mempertahankannya, beliau tetap diambil-Nya juga dari antara kita.

            Hari Sabtu, 22 Februari 1908 adalah hari penuh kecemasan, bagi pasien kita tercinta yang sudah sulit untuk menelan beberapa tetes cairan itu. Kira-kira pukul 06.30, tibalah Pater Ferdinand. Tampak bagai hatinya yang terobek, ketika beliau menundukkan diri di sebelah ibundanya, yang  tidak  mengenalnya lagi. Kira-kira pukul 08.00 tergesa-gesa kami, Sr. M. Gertrude dan Sr. M. Eugenie memanggil para suster. Kamipun segera naik ke atas. Ibu kita wafat tanpa sakrat maut. Kamipun berdoa mengelilingi beliau. Cepat sekali peristiwa itu terjadi, sampai-sampai kamipun tidak yakin bahwa hal itu memang terjadi. Namun kami tetap berkata “Fiat” dan selanjutnya menerima kurban itu.

            Mengenai emosi kami, anda pasti rela membiarkan kami lewati dengan diam-diam. Sesudah kedatangan Pater Leopold dan para suster dari komunitas sekitar,  Sr. M. Agustine dan Suster Mary yang datang dari Issoudun, untuk terakhir memandangi wajah terhormat dari ibu kita tercinta. Kamipun ingin memberikan harta manikam kepada anda yang merupakan kenang-kenangan yang menyedihkan dan sebuah foto dari ibu kita yang terhormat.

            Ketika beliau disemayamkan, tampaklah oleh kami beliau tertidur di bawah patung Bunda hati Kudus Yesus. Saat ini adalah saat yang berkenan bagi Hati Illahi. Kami merasa bagaikan yatim piatu. Bapa kami yang terhormat dan ibu kami yang baik dan tercinta itu, telah menikmati kebahagiaan para Kudus. Para putera puterinya menangisi mereka. Terutama bagi kita yang telah merasakan hidup dalam kemesraan bersama ibu yang baik itu. Terasa ada suatu kekosongan yang tidak terhingga.

            Namun kita harus yakin juga, bahwa beliau menjaga kita sebagaimana dikatakan oleh Pater Meiyer, MSC yang juga hadir pada saat itu : “Kepergian saya itu demi anak-anak saya. Saya tidak akan meninggalkan anda sebagai yatim piatu. Saya akan menjaga anda.

Beliau telah mewariskan kepada kita keutamaan dan teladan yang wirawan. Hendaknya jangan sampai kita menarik diri dari padanya dan selalu tetap mengikuti jejak-jejaknya. Sehingga kelak kita dapat bertemu kembali di surga bersama bapa kita yang baik itu.

            Sungguh sangat mengagumkan sekali bahwa ibu kita wafat segera sesudah beliau membubuhkan tanda tangan pada surat-surat terakhir untuk kapitel. Maka tanpa diragukan bahwa tugasnya memang sudah selesai. Maka Sang Guru Illahi memanggilnya pulang kembali kepada-Nya. Jalan-jalan-Nya bukanlah jalan kita. Karena bagi kita, pastilah akan terasa lebih baik kiranya jika beliau masih tetap hidup, sekurang-kurangnya sampai detik kapitel. Supaya Beliau dapat menyaksikan kembali para puterinya datang dari Oceania. Namun lainlah kehendak Sang Guru Illahi. Apabila mereka datang, mereka tidak akan lagi mendapatkan hiburan untuk melihat kembali ibu kita yang baik itu. Itulah suatu kurban yang sangat besar dari mereka semuanya.

            Saya mengharap anda telah menerima surat-surat untuk mengumpulkan kapitel pertama pada tanggal 08 September 1908. Itupun masih merupakan karya dari ibu kita, berhubung Beliau yang mengharapkan dan merancangnya. Maka untuk memudahkan para Suster, Mgr Waravens telah mempertahankan tanggal 08 September tersebut. Sungguh mencengangkan bahwa pada hari itu, kepemimpinan Kongergasi diserahkan bagi saya. Berikut isi surat yang saya terima dari Mgr Waravens :

Monsigneur menetapkan anda sebagai Pimpinan Kongergasi yang anda kenakan berdasarkan Konstitusi, maka dikuatkannya pula segala tindakan yang anda yakini demi kebahagiaan Kongergasi anda. Sambil menunggu pertemuan yang akan dikumpulkan oleh Kapitel Umum bulan September yang akan datang.

Ttd

Lamairre Vic. General

            Maka oleh pater Maiyer, MSC isi surat tersebut diumumkan kepada para suster semua yang berkumpul dan dianjurkan untuk mempererat kesatuan di antara kami, dan menaruh kepercayaan besar atas Kongergasi di hari depan yang sebagaimana Beliau telah meyakinkan kita. Demi perkembangan dan kemuliaan Hati Kudus dan Bunda Hati Kudus.

            Para Suster yang terkasih, janganlah kita berputus asa, namun hendaklah berpandangan ke Surga. Di sanalah kita melihat bapa kita dan ibu kita yang baik itu, berdoa bagi kita sekalian. Mereka selalu menganjurkan selalu agar tepat mengambil jalan kerendahan hati, selalu berdasarkan cinta kasih mesra secara persaudaraan dan wirawan dalam menepati tugas.

            Mengenai saya, sampai detik kapitel dimulai, saya akan mengusahakan diri sedapat mungkin, untuk tidak saja menghidupkan kembali kenangan-kenangan akan bliau saja, namun juga menghidupi semangat, teladan dan tradisi yang telah diwariskannya dan masing-masing berusaha sekuat tenaga untuk meresapkan pada diri pribadi dengan keutamaan-keutamaan ibu kita tersayang.

            Apabila segala sesuatu telah pulih kembali sebagaimana biasa, akan saya kirimkan kepada anda pesan & kesan istimewa yang merupakan teladan baik yang telah saya alami. Karena saya yakin apa yang telah diwariskan ibu kita tercinta itu akan sangat berkenan di hati anda. Saya yakin juga bahwa anda tanpa diminta, pasti akan mendoakan ibu kita tercinta itu. Hendaknya banyak kurban Misa dipersembahkan untuk beliau. Setiap hari doakanlah pula jalan salib dan doa depropundis bersama. Apabila beliau tidak lagi membutuhkan doa kita, maka para jiwa di api pennyucian dapat merasakannya.

            Selamat para Suster yang terkasih. Kudoakan agar diberikan kepercayaan dan keberanian dari Tuhan. Kupeluk anda dengan hangat dalam Hati Kudus Yesus.

Ttd

Sr. M. Valerie, FDNaSC