SEJARAH SINGKAT PBHK PAPUA

SEJARAH SINGKAT PBHK PAPUA

Komunitas, PBHK Life
TANAH TERJANJI             Pulau Irian disebut ”Tanah Terjanji” yang masih liar dan tidak dikenal. Pulau yang besar dan luas yang belum terjamah oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab. Pulau yag dihuni oleh kurang lebih 400 suku yang hidup tersebar di bagian barat Irian. Setiap suku berbeda dan unik, suatu dunia tersendiri. Masing-masing suku mempunyai pandangan hidup sendira, rangkaian legenda sendiri dan rasa humor sendiri.             Pulau berawa dan berhutan yang membentang di hampir seluruh daratan Irian. Karena banyaknya air menyebabkan daerah Irian menjadi terkenal dengan penyakit Malaria. Masyarakat Irian sendira sangat akrab dengan alam kehudupan tanahnya yang menjadika sebuah kehidupan yang tidak akan pernah berkekurangan. Rawa dan sungai yang banyak terdapat jenis-jenis ikan dan binatang air yang dapat dimakan, hutan yang penuh dengan berbagai jenis satwa dan tumbuhan sagu yang menjadi makanan…
Read More
KOMUNITAS  TASIKMALAYA

KOMUNITAS TASIKMALAYA

Komunitas, PBHK Life
Tasikmalaya merupakan Komunitas terbaru dalam Kongregasi Suster Putri Bunda Hati Kudus. Kehadiran Kongregasi PBHK di Tasikmalaya atas dasar undangan dari Mgr. Antonius Subiyanto Bunyamin, OSC Uskup Bandung, nomor: 95-SB/Mgr/X/2018; tertanggal 08 Oktober 2018, perihal permohonan membuka komunitas baru, untuk terlibat dalam reksa Pastoral Paroki dan Karya Sosial di Paroki Hati Kudus Yesus - Tasikmalaya Keuskupan Bandung. Dalam menanggapi undangan tersebut Provinsi telah mengutus Dewan Pimpinan Provinsi dan dua Suster untuk berkunjung  dan live in di Paroki Hati Kudus  Yesus - Tasikmalaya, dalam rangka menjajagi kemungkinan membuka komunitas baru.  Setelah evaluasi atas hasil dari beberapa kali kunjungan dan live in, maka  dalam  rapat Provinsial bersama Dewannya memutuskan untuk mengajukan permohonan persetujuan  kepada Pemimpin Kongregasi untuk membuka komunitas baru di Paroki Hati Kudus, Tasikmalaya.  Dan dalam Surat nomor: Ad 6/2018 tertanggal 29…
Read More
Komunitas Tegal

Komunitas Tegal

Komunitas, PBHK Life
Puji Tuhan! Limpah syukur dan terima kasih, Allah yang adalah Kasih telah mengutus Para Suster PBHK (Komunitas) Belanda yang terpanggil dan bertekad bulat meninggalkan keluarga, saudara-saudari, kampung halaman dan negara mereka dan pergi ke Indonesia khususnya di daerah Tegal, Jawa Tengah. Untuk meluaskan Kerajaan Allah dan menyampaikan Kabar Sukacita Injil kepada semua orang yang perlu diselamatkan. Pada Tahun Baru 1929, gedung di Purworejo ternyata telah kosong. Tiga dari sekelompok yang terdiri dari empat Suster telah pergi ke arah Utara menuju Tegal dan mempersiapkan rumah untuk misionaris baru yang di tengah pelayaran. Bangunan ini adalah sebuah bangunan yang rendah dan lembab yang didirikan di dalam sebuah taman yang menyerupai hutan, di mana pohonpohon nyiur yang ramping menjulang tinggi ke angkasa di atas semak-semak tropis yang lebat – suatu tempat yang sering…
Read More
Komunitas  Novisiat

Komunitas Novisiat

Komunitas, PBHK Life
Sebagaimana kita mengetahui dari buku sejarah, provinsi PBHK merupakan karya Roh Kudus yang di rintis oleh para Missionaris PBHK dari Belanda. Sr Patricia Leemijer, Sr Marianna Dieckmann, Sr Valeria Schneiders dan Sr Crescentia van Hasselt, mereka adalah para suster-suster missionaris yang memiliki jiwa pemberani, penuh iman dan sangat ulet. Setelah melalui berbagai cobaan, tantangan dan perjuangan sejak mereka datang di Indonesia pada tanggal 4 Juni 1928, mereka berhasil mendirikan beberapa komunitas dengan karya kerasulan yang mereka tangani yaitu di sekolah-sekolah, Panti Asuhan dan rumah sakit serta karya-karya pastoral lain. Ini sekelumit sejarah mengenai bagaimana awal mula pembinaan para calon suster PBHK jawa dimulai. Setelah melalui proses yang tidak mudah juga para suster Missionaris akhirnya memiliki calon penerus Tarekat dengan masuknya seorang calon suster dari Indonesia atau saat itu disebut pribumi.…
Read More
Komunitas Purworejo

Komunitas Purworejo

Komunitas, PBHK Life
Komunitas PBHK Purworejo yang sekarang ini beralamat di jln KH Wahid Hasyim no 7 Purworejo merupakan Rumah Biara Induk, Karena disinilah pada tanggal 4 Juni 1928 ada 4 suster misionaris PBHK dari Provinsi Belanda yaitu; Sr Patrisia Lemijen, Sr Mariana Diekman, Sr Valeria Sehneidars, Sr Cresensia Van Hasselt. Mereka tiba di Jawa langsung menuju kota Purworejo tepatnya di Jalan Melati no 5 sekarang Jalan Kyi Wahid Hasyim no 7 Purworejo. Karena itu sampai sekarang Purworejo menjadi pusat pembinaan awal Postulan dan Novisiat, juga komunitas suster- suster yang sudah berkaul. Di Purworejo ini mereka mulai berkarya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada, karya misi permulaan ialah ; Taman kanak-kanak, SD ( HJS)Pantiasuhandan pastoral. Padamasa-masa permulaan karya misi tentu segala sesuatunya tidaklah berjalan dengan lancer, sungguh banyak kesulitan kesulitan yang dialaminya…
Read More