KOMUNITAS PBHK KRAMAT DALAM MASA PANDEMI COVID 19

Meluasnya wabah virus Corona (Covid-19) di berbagai negara khususnya di Indonesia, telah mengubah rutinitas kegiatan harian banyak orang, termasuk para Suster PBHK. Tak terasa sudah lebih dari sebulan Pemerintah Indonesia kerjasama dengan Dinas Kesehatan serta instansi lainnya menangani pasien virus Corona maupun Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Berbagai macam kebijakan telah dibuat oleh Pemerintah untuk menangggapi dan menangani secara cepat dan tanggap para Pasien Covid-19 maupun ODP. Situasi dan kondisi ini menimbulkan dampak dari berbagai kehidupan manusia,  antara lain: rencana dan program kegiatan yang sudah tersusun rapi tidak bisa dijalankan  sebagaimana adanya. Misalnya, Kapitel Umum Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus yang sedianya dilaksanakan pada tanggal  2 s/29 Maret 2020, belum bisa dijalankan karena sikon tersebut.

Berhadapan dengan semakin banyaknya jumlah pasien yang tertular virus Corona ini, maka Suster-suster PBHK di Indonesia khususnya di Kramat, selain mengikuti apa yang dianjurkan oleh Pemerintah dan Gereja, juga mengambil beberapa tindakan pencegahan yaitu penyemprotan disinfektan di Biara, para suster tidak boleh keluar Komunitas kecuali ada hal-hal yang mendesak dan tidak bisa ditinggalkan, menggunakan hand Sanitizer,  social distance dan Physical distance, jadwal doa bersama dikurangi. Komunitas Kramat  sudah seminggu ini mengikuti Perayaan Ekaristi via TVRI dan live streaming.

Kita berdoa dan berharap semoga wabah virus corona akan segera berakhir.

Sr Dorothea, Sr Gemma dan Nn Leni sedang membuat masker
Sr. Anthonita PBHK sudah mempraktekan penggunaan masker
Empon empon, minuman herbal pencegah virus corona
Penyemprotan disinfektan di Biara PBHK Kramat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *